Hitung konsumsi BBM kendaraan Anda, biaya bensin, dan jumlah BBM yang dibutuhkan.
Memahami konsumsi BBM dan berhemat di SPBU
Efisiensi BBM mengukur seberapa jauh kendaraan dapat melaju per satuan bahan bakar. Di AS dinyatakan dalam mil per galon (MPG), sedangkan di sebagian besar negara lain dalam liter per 100 km (L/100 km). Angka L/100 km yang lebih rendah dan MPG yang lebih tinggi berarti lebih efisien. Faktor yang memengaruhi konsumsi: kecepatan (konsumsi BBM naik tajam di atas 90 km/jam), AC (menambah konsumsi 5–20%), tekanan ban (ban yang kurang angin menaikkan konsumsi 3%), berat muatan, kondisi lalu lintas, dan perawatan kendaraan. Tips berkendara hemat: berakselerasi dan mengerem secara bertahap, jaga kecepatan tetap stabil, gunakan cruise control di jalan tol, hindari mesin menyala diam lebih dari 1 menit, jaga tekanan ban sesuai anjuran, dan lepas rak atap saat tidak dipakai. Menghitung biaya BBM: kalikan jarak dengan tingkat konsumsi, lalu dengan harga BBM. Untuk perjalanan 500 km dengan mobil berkonsumsi 8 L/100 km dan harga BBM Rp 1.800/L: (500 × 8/100) × 1.800 = Rp 72.000. Listrik vs. BBM: sebagai perbandingan, mobil listrik yang mengonsumsi 20 kWh/100 km dengan tarif Rp 250/kWh menghabiskan Rp 5.000 per 100 km — dibandingkan Rp 14.400 untuk mobil bensin 8 L/100 km dengan harga Rp 1.800/L. Selisih biaya operasionalnya cukup besar.
Catatan: Perhitungan konsumsi BBM membantu Anda memahami efisiensi kendaraan dan merencanakan pengeluaran bensin. Konsumsi sebenarnya bisa berbeda tergantung gaya berkendara, lalu lintas, dan cuaca.
Perjalanan 450 km, 30 L BBM = rata-rata konsumsi 6,67 L/100 km
400 km, 25 L, Rp 4.500/L = total Rp 112.500, Rp 281/km
600 km, konsumsi 7 L/100 km = butuh 42 L BBM
Kecepatan stabil dan pengereman halus bisa menghemat BBM 10-15%
Temukan jawaban atas pertanyaan umum
Liter per 100 kilometer (L/100 km) adalah satuan metrik untuk konsumsi BBM. Satuan ini menunjukkan berapa liter BBM yang dipakai untuk menempuh 100 kilometer. Misalnya, 6 L/100 km berarti 6 liter terpakai setiap 100 km. Semakin kecil angkanya, semakin hemat.